Benarkah Garena Free Fire Akan Ditutup atau Dihapus?

Apakah Garena Free Fire Akan Ditutup? Begini Penjelasannya

Apakah Free Fire Akan Ditutup? – Saat ini persaingan dalam dunia game semakin ketat, dari waktu ke waktu semakin banyak game baru yang bermunculan di Google Play Store. Hal ini membuat pengembang game harus mampu memberikan inovasi inovasi baru demi memenangkan persaingan tersebut.

Banyak pengembang game yang menciptakan game yang seru dan menghibur. Akan tetapi di Indonesia khususnya tidak boleh sembarangan mengeluarkan sebuah game. Tidak sedikit game yang seru terbentur dengan kebijakan yang melarang adanya tindak kekerasan atau gameplay yang terlalu vulgar pada sebuah game, karena dikhawatirkan akan berimbas kepada perilaku pemain game tersebut, terlebih pemain yang masih di bawah umur.

Sampai saat ini salah satu game yang paling seru dimainkan adalah Free Fire. Di Indonesia game yang satu ini memiliki basis penggemar yang cukup banyak. Bukan hanya di dalam negeri saja, bahkan sampai ke mancanegara banyak yang menyukai game Free Fire. Hampir semua kalangan masyarakat memainkan Free Fire.

Perjalanan Free Fire samapai bisa seperti saat ini tidaklah mudah. Pada awal kemunculannya game ini sempat diragukan tidak akan mampu bersaing dengan PUBG Mobile yang merupakan pendahulunya. Namun game yang bertemakan survival battle ground ini mampu mematahkan keraguan keraguan tersebut. Garena selaku pengembang dari game Free Fire terus melakukan pembaruan pembaruan sehingga membuat Free Fire mampu bersaing dengan pendahulunya.

Free Fire Ditutup 2020?

Dari waktu ke waktu game ini semakin berkembang dan diminati berbagai kalangan. Mulai dari anak anak sampai orang dewasa menikmati permainan yang bertemakan survival battle ground ini. Hal ini mengantarkan Free Fire menjadi salah satu game dengan unduhan terbanyak di Google Play Store. Sampai saat ini telah tercatat sekitar 500 juta lebih unduhan pada Google Play Store.

Di samping kepopulerannya saat ini beredar pula isu isu yang menyerang game Free Fire. Saat ini di berbagai media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya telah beredar akan ditutpnya game yang tengah berada di puncak kepopulerannya. Sontak saja isu seperti ini membuat para survival yang merupakan sebutan para player Free Fire kecewa berat.

Usut punya usut, gameplay Free Fire yang mengandung tindak kekerasan di dalamnya dan dimainkan oleh anak dibawah umur lah yang menjadi alasan ditutupnya game ini. Namun isu seperti ini bukanlah hal yang baru pada sebuah game, PUBG Mobile pun yang merupakan game pendahulu dari Free Fire sering ditimpa dengan isu isu semacam ini. Tetapi nyatanya sampai saat ini PUBG Mobile masih banyak dimainkan oleh penggemarnya.

Fakta di Balik Isu Ditutupnya Free Fire

Saat ini Free Fire sedang berada di puncak popularitasnya, lalu apakah benar game ini akan ditutup saat sedang banyak yang meminati game ini? Ternyata berita tentang ditutupnya Free Fire hanya sebauh hoax belaka. Berita tentang ditutupnya Free Fire pada tahun 2020 ini hanyalah sebuah beita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penutupan atau penghapusan game Free Fire pada tahun 2020 tidaklah benar. Hal ini dibuktikan bahwa akan diadakan turnamen Esport Free Fire Asia All-Stars (FFAA) 2020 yang akan digelar pada tanggal 12-13 Juni 2020. Isu penutupan ini juga dibantah oleh pihak Garena yang memberikan klarifikasi pada laman Booyah.co.id yang berisi, “Per tanggal 29 Mei 2020, booyah.co.id sudah memastikan pada pihak terkait dan kami memberitahu kalian bahwa berita ini tidak benar dan adalah hoax”. Pada klarifikasi tersebut pihak Garena memastikan bahwa di Indonesia tidak ada penutupan game Free Fire yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Akhir Kata

Berdasarkan statment dari pihak Garena bahwa berita penutupan game Free Fire adalah hoax. Dengan demikian kita masih bisa memainkan game tersebut dengan bebas dan tidak perlu merasa khawatir dengan berita yang tengah beredar.

Cukup sekian pembahasan tentang berita ditutupnya game Free Fire pada tahun 2020. Tetaplah menjadi pembaca yang cerdas, jangan setengah setengah dalam mencari informasi, dan jangan sampai gampang percaya dengan berita berita yang belum tentu kebenarannya atau hoax. Terima kasih.

You May Also Like

About the Author: Dede Junaedi Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!